Jumat, 23 Maret 2012

KERINDUANKU


Ayahku Inspirasiku..!!
Sepucuk Surat Teruntuk Ayah Tercinta,



Assalamu’alaikum, apa kabar Ayah?

Apa Ayah baik-baik saja disana? Ah, tentu saja. Karena Ayah sudah ada di sisiNya, Sang Penjaga yang tidak pernah lengah… dengan cintaNya yang luar biasa
Ayah…
Qingin mencurahkan resahku,menggenapi kepingan PiLu yang tertuLis pada namamu dan sbagian Lagi tertuLis pada senja yang menghitam….Sejak kepergianmu tiada lagi tempat aku bersandar dari lelah ini, Tiada lagi tawa yang hadir di bibirku. Hanya gelisah melingkupi segala tingkahku. Kini Baru ku rasakan hadirmu berarti dalam kesendirianku…
Cuma bisa menangis setiap aku taringat padamu.
Ayah…
tutur sapamu menghias lembar hari dimana aku belum bisa berdamai dengan kerelaan,
Aku lelah membiasakan diri berteman sunyi dalam kamar sembab, Tembok dinding retak,aku bosan terus bersama dengan diri yang tak pernah mau megerti tentang arti sebuah KEHILANGAN. SUNGGUH aku masih MERINDUKANMU, rindu pelukmu…itu yg kurasakan saat ini, beban di hati dan dada ini, cukup menyesakkan

Ayah....
Hadirlah dalam tangisku
Basuhlah segala lara hatiku
Dengan kasih sayangmu
Ayah......
Usaplah air mataku
Dengan tangan lembutmu
dan perhatianmu
Ayah.....
Sungguh aku rindu
Peluklah aku'dalam dekapmu
Dan biarkan air mataku
Yang bercerita..
Tentang perjalanan hidupku Tanpa hadirmu.....
Dan seberapa dalam lukaku"karenamu"AYAH " :'(

6 komentar:

  1. Berdamai dengan kerelaan..... Sulit memang..... Lalu mengapa tidak mencari jalan yang lebih mudah?! Berteman dengan kenangan..... Senyuman....Pelukan hangat.... Kata-kata bijak.... tetap setia menemani meskipun tak ada lagi interaksi nyata, namun cukupkan itu untuk mewakili kerinduan agar "DIA" pun tenang di sana.... ^_^

    BalasHapus
  2. Mungkin karena terLaLu pedih.. :(
    Ayah PERGI secepat ini..
    membuatkan batas yang tak mampu kutuju untuk bertemu sekedar mengaduh…
    mengenang seperti apa Lagi yang bisa menyusutkan rinduku?
    atau kuLupakan saja..
    biar aku tak mengingat Ayah Lagi :’(
    karena terLaLu tinggi kuraih
    kehadiran Ayah daLam anganku..

    BalasHapus
  3. Pedih karena melihatnya dari sisi kita, yang ditinggalkan...
    Tak ada yang bisa menghindar dari rasa sakitnya...
    Tapi, bagaimana kalau dilihat dari sisinya?!
    Mungkin itu yang terbaik...
    Bertahan hanya akan membuatnya tenggelam dalam rasa sakit, maka Tuhan pun mengambilnya, melepaskannya dari semua derita.
    Pikirkan kalau dia masih di sini, menahan sakitnya, berusaha kuat hanya untuk senyum kita?!
    Tegakah?!
    Atau....tak apalah dia jauh asalkan dia tenang dan bahagia?!

    Merindukannya adalah usaha untuk mengenangnya tapi jadikan kenangan itu sebagai suatu pernyataan betapa kita bangga jadi putrinya dengan hanya memberikan senyuman saat siluet-siluet kebersamaan kita bersamanya hadir lagi. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kepergian sosok Ayah adaLah pelajaran tanpa kamus,Perenungan panjang untuk dipahami..Bahwa hidup adaLah pembuktian Tuk wujudkan syukur dan sabar,
      Ketika harus menjaLani skenario_Nya.
      "Aku bahagia..^_^"
      Aku hanya sedang sangat merindukanmu…"AYAH"..
      Love u ayah..

      Hapus
  4. Percayalah....
    Tak ada yang bisa merasakan kerinduan itu selain orang-orang yang juga telah kehilangannya....

    "I Miss U Bapak" ^_^

    BalasHapus
  5. Saya PERCAYA iTu..!^_^
    KEHILANGAN tLah mengajarkanku arTi KEHADIRAN :')
    dan sangaT menyakitkan saaT mengenang masa2 iTu..

    BalasHapus