Ayahku
Inspirasiku..!!
Sepucuk Surat Teruntuk
Ayah Tercinta,
Assalamu’alaikum, apa kabar Ayah?
Apa Ayah baik-baik saja disana? Ah, tentu saja.
Karena Ayah sudah ada di sisiNya, Sang Penjaga yang tidak pernah lengah… dengan
cintaNya yang luar biasa
Ayah…
Qingin mencurahkan
resahku,menggenapi kepingan PiLu yang tertuLis pada namamu dan sbagian Lagi tertuLis
pada senja yang menghitam….Sejak kepergianmu tiada lagi tempat aku bersandar
dari lelah ini, Tiada lagi tawa yang hadir di bibirku. Hanya gelisah melingkupi
segala tingkahku. Kini Baru ku rasakan hadirmu berarti dalam kesendirianku…
Cuma bisa menangis setiap aku
taringat padamu.
Ayah…
tutur sapamu menghias lembar hari
dimana aku belum bisa berdamai dengan kerelaan,
Aku lelah membiasakan diri berteman
sunyi dalam kamar sembab, Tembok dinding retak,aku bosan terus
bersama dengan diri yang tak pernah mau megerti tentang arti sebuah KEHILANGAN.
SUNGGUH aku masih MERINDUKANMU, rindu pelukmu…itu yg kurasakan saat ini, beban
di hati dan dada ini, cukup menyesakkan
Ayah....
Hadirlah dalam tangisku
Basuhlah segala lara hatiku
Dengan kasih sayangmu
Ayah......
Usaplah air mataku
Dengan tangan lembutmu
dan perhatianmu
Ayah.....
Sungguh aku rindu
Peluklah aku'dalam dekapmu
Dan biarkan air mataku
Yang bercerita..
Tentang perjalanan hidupku Tanpa hadirmu.....
Dan seberapa dalam lukaku"karenamu"AYAH " :'(
Hadirlah dalam tangisku
Basuhlah segala lara hatiku
Dengan kasih sayangmu
Ayah......
Usaplah air mataku
Dengan tangan lembutmu
dan perhatianmu
Ayah.....
Sungguh aku rindu
Peluklah aku'dalam dekapmu
Dan biarkan air mataku
Yang bercerita..
Tentang perjalanan hidupku Tanpa hadirmu.....
Dan seberapa dalam lukaku"karenamu"AYAH " :'(

Berdamai dengan kerelaan..... Sulit memang..... Lalu mengapa tidak mencari jalan yang lebih mudah?! Berteman dengan kenangan..... Senyuman....Pelukan hangat.... Kata-kata bijak.... tetap setia menemani meskipun tak ada lagi interaksi nyata, namun cukupkan itu untuk mewakili kerinduan agar "DIA" pun tenang di sana.... ^_^
BalasHapusMungkin karena terLaLu pedih.. :(
BalasHapusAyah PERGI secepat ini..
membuatkan batas yang tak mampu kutuju untuk bertemu sekedar mengaduh…
mengenang seperti apa Lagi yang bisa menyusutkan rinduku?
atau kuLupakan saja..
biar aku tak mengingat Ayah Lagi :’(
karena terLaLu tinggi kuraih
kehadiran Ayah daLam anganku..
Pedih karena melihatnya dari sisi kita, yang ditinggalkan...
BalasHapusTak ada yang bisa menghindar dari rasa sakitnya...
Tapi, bagaimana kalau dilihat dari sisinya?!
Mungkin itu yang terbaik...
Bertahan hanya akan membuatnya tenggelam dalam rasa sakit, maka Tuhan pun mengambilnya, melepaskannya dari semua derita.
Pikirkan kalau dia masih di sini, menahan sakitnya, berusaha kuat hanya untuk senyum kita?!
Tegakah?!
Atau....tak apalah dia jauh asalkan dia tenang dan bahagia?!
Merindukannya adalah usaha untuk mengenangnya tapi jadikan kenangan itu sebagai suatu pernyataan betapa kita bangga jadi putrinya dengan hanya memberikan senyuman saat siluet-siluet kebersamaan kita bersamanya hadir lagi. ^_^
Kepergian sosok Ayah adaLah pelajaran tanpa kamus,Perenungan panjang untuk dipahami..Bahwa hidup adaLah pembuktian Tuk wujudkan syukur dan sabar,
HapusKetika harus menjaLani skenario_Nya.
"Aku bahagia..^_^"
Aku hanya sedang sangat merindukanmu…"AYAH"..
Love u ayah..
Percayalah....
BalasHapusTak ada yang bisa merasakan kerinduan itu selain orang-orang yang juga telah kehilangannya....
"I Miss U Bapak" ^_^
Saya PERCAYA iTu..!^_^
BalasHapusKEHILANGAN tLah mengajarkanku arTi KEHADIRAN :')
dan sangaT menyakitkan saaT mengenang masa2 iTu..