Malam ini datang lagi. Ditengah kesepianku, TerLihat raut wajahmu (Mencoba berkhayaL lagi pasTinya...)^_^.
Menyelinap sebuah tanya, adakah mimpimu, berisi tentang diriku?///
Terhuyung huyung melawan rasa sakit. Yah...Menikmati rasa sakit,mungkin seperTi i2 Lah yang kurasa. SeperTinya, ada yang masing-masing kita sembunyikan. Sekuat ingin berteriak lantang sekuat itu pula bibir dan lidah tercekat. Ada batas yang kita sama-sama tak berani LaLui. Karena manusia memang selalu punya rahasia. Saya tdak merasa risih dengan Kebungkaman. Karena saya pun punya banyak “RAHASIA”(Rahasia kLw saat ini Lg GALAU terLampau) T_T.
Menyelinap sebuah tanya, adakah mimpimu, berisi tentang diriku?///
Terhuyung huyung melawan rasa sakit. Yah...Menikmati rasa sakit,mungkin seperTi i2 Lah yang kurasa. SeperTinya, ada yang masing-masing kita sembunyikan. Sekuat ingin berteriak lantang sekuat itu pula bibir dan lidah tercekat. Ada batas yang kita sama-sama tak berani LaLui. Karena manusia memang selalu punya rahasia. Saya tdak merasa risih dengan Kebungkaman. Karena saya pun punya banyak “RAHASIA”(Rahasia kLw saat ini Lg GALAU terLampau) T_T.
Masalahnya adalah kehadiran tanpa obyek dan makna kedekatan. Seperti sering
kubingungkan tentang naik-turunnya emosimu. Kadang Kumerasa tolol, karena saat saya mencoba mencari semua jalan untuk selalu terhubung denganmu, kau bergerak
semakin menjauh dari titik keberadaanku. SMS, telepon, email, instant
messenger, atau yang tersulit, pertemuan, hmmmmm... makin kualirkan energiku ke semua itu, makin kau tak
teraih. Sebaliknya, ketika, Kucoba tak membuat apapun yang menghubungkanku padamu, kau tiba-tiba saja
ada. (Kau Memang MITERIUS) >,<
Kadang kau Mendekat dengan kejutan,
dengan senyum yang menggetarkan, dan kehadiran yang mendebarkan. Tapi
itulah kau, dan begitulah cara kita saling menghadirkan diri selama ini. Tapi sampai saat ini saya tidak pernah bisa mengerti dengan sinyal yang kau kirim untukku, atau memang
sinyal itu tak pernah ada...? (hanya KHAYALAN SEMU) T_T
Akhirnya kuarTikan kehadiranmu pada pantulan energi
saja. Hingga kaupun mengHiLang tanpa jejak. Dan itulah awal kesalahanku. Ku biarkan semuanya semakin
tipis, hingga mengabaikan kehadiranmu. Di saat saya makin sibuk dengan diriku sendiri, ketika kejutan-kejutan itu makin tak
berarti lagi, dan saat saya makin terbiasa dengan kesendirian. Jejakmu masih kadang-kadang
kutemukan pada lintasan kesunyianku. Tapi itu cuma sekejap, dan makin tak
sanggup kubayangkan kerlingmu menghiasi pigura kosong di samping fotoku..
Suatu hari teman baikku datang, seperti biasa
kami ber bicara semalaman. Dan ketika
sampai tentangmu, dia mengejekku habis-habisan. Sebenarnya saat itu kami sedang
menertawakan ketololanku sendiri. Dan kau tahu? saya bahkan merasa seolah bisa
menghadirkanmu kembali justru ketika dia mencoba menganalisa hubunganmu
denganku. Hmmmmmmm..., dan waktu menjadi begitu panjang, (kayak coki – coki) hahahaha..
ketika saya mencoba menangkap seluruh isyarat
kehadiranmu di sekelilingku. Waktu seperti tersendat di ruas-ruas rindu. "I am trying to feel your being". .
Tapi kemudian segalanya seperti sudah terlambat. Tak bisa kutemukan lagi
keberadaanmu. Kau seperti menghilang begitu saja. Dan Ketika akhirnya kita bisa bertemu kemudian, kita
seperti dua orang asing yang bercakap dengan dua bahasa yang berbeda. Warna-warna
indahmu jadi hilang kyak peLangi yang tak
berwarna, cuma hitam dan puTih Abu2,,( peLangi 2012 kayaknya) :-D
saya masih ingat pertemuan terakhir denganmu. Sebuah malam yang menjemukan,
dengan neon yang redup. saya cuma berlagak memperhatikan minuman dingin yang tak
lebih dingin dari suasana hati kita. Kita hampir tak berbicara. seperti langit malam yang
tanpa bintang. saya tiba2 mengantuk, kupikir kau juga
sudah begitu suntuk dengan dunia datar kita. Tak ada perdebatan, tak ada
percakapan, tak ada dongeng Tak ada CanDa Tawa. Semuanya berlalu beku tanpa
sanggup kita cairkan lagi. Jam terus berdentang ke angka 9 maLam..dan maLam itu saya pulang tanpa catatan. Dan saat
itulah Ku tahu semua sudah berakhir. Saya hanya mencoba menuliskan apa yang
kupikirkan tentang makna kedekatan. Yang ada tinggal rasa akrab seperti yang
kurasakan pada kenangan berwarna ungu tentang seorang teman. Dan perlahan
tampak di depan kami, sebuah dinding tinggi yang harus kulompati. Dan bayangmu
pun makin kabur....
~N@nn@ManiZz ~

